Selasa, 13 September 2016

Perbedaan Kamera Mirrorless dengan DSLR

Ilustrasi
KOMPAS.com - ketika mendengar istilah “interchangeable lens kamera (ILC) alias camera bersama lensa yg sanggup diganti-ganti, rata-rata yg terlukis yakni camera DSLR berikut deretan lensa berdimensi agung dan berat.
Tapi tidak seluruhnya ILC mampu digolongkan juga sebagai Digital Single-Lens Reflex (DSLR). dekat sekian banyak th terakhir, sudah beredar ILC type baru yg ukurannya jauh lebih sinoptik. tipe camera ini biasa dikenal bersama istilah Mirrorless ILC (MILC) atau guna singkatnya “mirrorless” saja.
Apa itu camera mirrorless? cocok julukannya yg berarti tidak dengan "cermin”,mirrorless sejatinya yakni DSLR yg dihilangkan bidang pemantul cahayanya (mirrorbox). 
Tanpa mirrorbox yg berfungsi memutar binar permulaan lensa ke ventilasi membidik optis, takaran camera mirrorless sanggup dibuat jauh menciut di bandingkan DSLR, sambil konsisten membentengi mutu narapidana sketsa dan lensa yg mampu diganti-ganti.

Diagram keluaran Panasonic mengenai perbedaan kamera mirrorless Lumix GF1 dan DSLR Lumix L10. Terlihat mekanisme mirrorbox DSLR terdiri dari cermin utama (main mirror) yang membelokkan cahaya dari lensa ke OVF dan sensor metering (AE Sensor), serta cermin kedua (sub mirror) yang membelokkan cahaya ke AF sensor di bagian bawah kamera untuk melakukan autofokus. Sebaliknya, konstruksi mirrorless jauh lebih sederhana karena cahaya diteruskan secara langsung ke sensor gambar, yang kemudian meneruskan hasil tangkapan gambarnya sebagai preview di layar LCD atau EVF.

Antara mirrorless dan DSLR

Lantaran tidak mempunyai mirrorbox, camera mirrorless mempunyai sebanyak disimilaritas fundamental bersama DSLR di samping wujudnya yg relatif lebih mungil dan konstruksi yg lebih bersahaja tidak dengan( unsur mekanik untukmirrorbox).
Pertama, mirrorless tak mempunyai aliran udara menyasar optik (OVF, optical viewfinder). teknik pembidikan sketsa atau framing dilakukan melalui monitor LCD atau perputaran udara menyasar elektronik (EVF, electronic viewfinder). 
Cara kerja EVF sesungguhnya persis dgn monitor LCD, yaitu mengayau sketsa melalui pemeriksaan yg semula menerus sibuk. cuma saja penempatan dan ukurannya yg tidak serupa, yaitu dibuat mirip lubang angin mengarahkan optis pada “dikeker” dgn sebelah mata.
EVF mempunyai kearifan dibanding OVF, contohnya kastemer sanggup segera menyaksikan perselisihan keluaran exposure diwaktu mencocokkan paramenter seperti aperture, ISO, atau white balance. mampu tengah ditambahkan overlay aneka info bermanfaat, seperti kasta indicator atau histogram guna membuktikan exposure. 
Kekurangannya, EVF lebih serba banyak daya lantaran camera mesti selalu menghidupkan pemeriksaan dan monitor lubang angin membidik agar pembeli sanggup menyaksikan sketsa. 
Epson
OVF pada DSLR menayangkan gambar dari lensa (Through The Lens, TTL) dengan membelokkan cahaya melalui mekanisme mirrorbox dan pentaprisma, seperti tampak dalam area berwarna kuning di gambar kiri. EVF pada mirrorless memiliki cara kerja sama dengan layar LCD, yakni menayangkan gambar yang ditangkap oleh sensor. Hanya saja, peletakan dan ukurannya berbeda.
Pengguna DSLR sanggup menyaksikan obyek yg ada di depan lensa (Through The Lens, TTL) lewat OVF waktu camera pula tak dinyalakan. Ini dikarenakan prosedur mirrorbox menyambung sinar mulai sejak lensa menuju pentaprisma, dulu viewfinder, tidak dengan mesti berkenaan sensor.
Sebaliknya, EVF untuk mirrorless dapat terlihat bawah tangan gulita kala camera tak menunu. seandainya camera tunu dan pemeriksaan repot, barulah sketsa yg diliat oleh lensa dapat ditampilkan di EVF mirrorless. 
Ketika dimanfaatkan menyasar lewat LCD, bagus mirrorless ataupun DSLR melalui( Live View) memanfaatkan prinsip kerja yg identik, ialah melanjutkan sketsa yg diringkus pemeriksaan ke monitor.

Tidak ada komentar:
Write komentar